Yang disorot adalah proyek 7,5m di Calumim Polukumba, yang diduga menggunakan pasir bercampur tanah, kata konsultan

Beritasulsel.com – Proyek perlindungan erosi pantai yang sedang dibangun di Desa Kalumi, Kecamatan Ujung Polo, Kabupaten Polukumba, Sulawesi Selatan (Sulawesi Selatan), menjadi sorotan warga dan aktivis.

Warga dan aktivis menduga pasir yang digunakan untuk membuat rusun atau gorong-gorong di proyek tersebut bercampur dengan tanah. Pasalnya, warna pasirnya berbeda dengan warna pasir pada umumnya.

“Pasir yang mereka pakai bercampur dengan tanah, berwarna coklat, seperti warna tanah yang baru digali. Kalau itu benar, berarti selokan tidak akan ada,” kata Triwahyudi, Presiden Aliansi Persatuan Masyarakat (Asatu), DPD Bulukumba, kepada media, Jumat (17/6) Tahan lama.

Hal itu dibantah konsultan proyek atas nama Seif El-Din yang ditemui di lokasi proyek.

“Ya kalau dilihat secara kasat mata itu (pasir) seperti tanah karena warnanya, tapi kalau dipegang kelihatan pasirnya dan tidak bercampur dengan tanah. Saya pernah menjadi konsultan untuk sebuah lama, jadi saya hanya melihat pasir, dan saya sudah tahu itu bisa digunakan atau tidak.”

Pasir tersebut, menurut Siafiruddin, didatangkan dari tambang resmi di perbatasan Polukumba-Banting. Dia mengatakan, pasir lain tidak boleh masuk ke proyek jika berasal dari tambang tidak resmi atau ilegal.

“(Pasir) itu dari tambang di perbatasan Banting-Pulukumba karena itu satu-satunya tambang resmi. Di sini kami tidak menggunakan material itu jika dari tambang tidak resmi atau ilegal.

Menurut catatan Beritasulselcom, pasir yang mereka gunakan bukanlah pasir saring, melainkan pasir yang dicampur dengan batu-batuan kecil.

“Untuk pembentukan beton perlu (menggunakan) pasir kasar, tidak diayak, hanya saja jika ada kerikil pecah harus dikurangi. Kemarin saya mencoba komposisi kekurangan chipping dan menguji kubus dan kekuatannya jauh lebih tinggi daripada baku mutu yang ditentukan,” jelas Siafer El Din.

Baca Juga  Demi keamanan dan keamanan vaksinasi, Moringe Police memberikan pengamanan

Perlu diketahui, proyek tersebut menggunakan anggaran 2022 dengan nilai paket di atas Rp 7,5 miliar dan waktu pelaksanaan 8 Maret hingga 3 Desember 2022. Kontraktor pelaksana adalah CV. Putri mandiri.

Redaktur: Halo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.