3 Alasan Ilmiah Kenapa Manusia Tak Boleh Makan Daging Kucing : Okezone techno

Posted on

JAKARTA – Ada tiga alasan ilmiah untuk ini Pria tidak bisa makan daging kucing, mamalia yang satu ini juga tidak termasuk dalam konsumsi hewan ternak.

Indonesia sendiri telah mengatur larangan konsumsi daging kucing, yang mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang diubah dengan Undang-Undang 41 Tahun 2014 mengubah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009.

Sementara itu, Prima Ayu Wibawati, dosen kedokteran hewan masyarakat di SKIA Universitas Airlangga (Unair), menegaskan makan daging kucing sangat tidak etis.

“Secara hukum, daging kucing bukanlah produk hewani yang memenuhi kriteria untuk dikonsumsi manusia,” kata Prima, dikutip situs Unair, Senin (31/10/2022).

Jadi makan daging kucing adalah tindakan pelecehan. Apapun alasan konsumsi, itu hanyalah alasan untuk membenarkan dan membenarkan pendapat konsumen.

Selain itu, Prima memaparkan tiga alasan ilmiah mengapa daging kucing tidak boleh dikonsumsi manusia. Berikut penjelasannya.

1. Tidak aman dikonsumsi

Prima mengatakan hingga saat ini belum ada standarisasi pemotongan kucing. Oleh karena itu, tidak ada jaminan keamanan untuk dikonsumsi manusia.

“Jelas bahwa tidak ada jaminan keamanan. Dari menangkap, mengangkut ternak, hingga menyembelih, kami tidak tahu. Dimungkinkan kucing menularkan kuman,” katanya.

2. Bahaya penyakit bawaan daging

Meat Borne Disease adalah penyakit yang diakibatkan oleh konsumsi daging kucing. Bahkan infeksi rabies dapat menyerang.

Berbagai penyakit bawaan daging seperti TBC, brucellosis, salmonellosis, botulisme, keracunan daging staph, taeniasis, trichinosis hingga clostridiosis berpotensi menginfeksi konsumen daging kucing.

“Ada kekhawatiran bahwa berbagai penyakit bawaan daging berpotensi menginfeksi orang yang memakannya. Selain itu, kucing juga merupakan reservoir rabies, sehingga jika ada virus rabies, potensi zoonosisnya juga sangat tinggi,” ujarnya.

3. Pelanggaran Kesejahteraan Hewan

Selain kucing adalah hewan peliharaan yang tidak dapat dikonsumsi, asal-usul kucing juga perlu diperhatikan.

“Bisa dibayangkan dari mana sebenarnya kucing itu berasal, bisa juga kucing domestik curian. Penyembelihan juga harus bebas hewani, karena bukan produk pangan yang memiliki standar penyembelihan,” jelasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *