Al Jazeera: Sejumlah karyawan media Qatar menuduh pelecehan seksual dan perundungan telah diabaikan

Posted on
  • Suranjana Tewari
  • Koresponden Bisnis Asia

Al Jazeera

Sumber gambar, Barry Iverson / Alamy Stock Photo

Keterangan gambar,

Kamahl Santamaria bekerja untuk Al Jazeera selama 16 tahun sebelum pindah bekerja untuk TVNZ.

Kamahl Santamaria, seorang jurnalis televisi veteran, mengundurkan diri setelah bekerja selama 32 hari di TVNZ, media terkemuka di Selandia Baru.

Kejutan terbaru muncul ketika tuduhan tentang perilakunya yang tidak pantas di ruang redaksi, muncul ke permukaan. Setelah itu, sejumlah mantan rekan Santamaria di Al Jazeera, tempat dia bekerja selama 16 tahun, mulai angkat bicara.

Investigasi BBC – berdasarkan wawancara dengan beberapa karyawan saat ini dan mantan karyawan di Al Jazeera, serta bukti dokumen berisi pesan-pesan yang tidak pantas dan keluhan staf – telah menemukan sejumlah dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Santamaria di ruang redaksi Al Jazeera di Doha. Ada yang bilang dia bukan satu-satunya pelaku.

Sejumlah karyawan dan mantan karyawan Al Jazeera juga menuduh perusahaan itu memupuk budaya kerja toksik, yakni ketika sebagian besar keluhan pelecehan, seksisme, intimidasi, dan rasisme tidak ditangani. Mereka yang berbicara kepada BBC ingin tetap anonim karena takut aduan mereka akan mempengaruhi karier. Nama-nama mereka telah diubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *