Apa yang Terjadi Jika Manusia Tidak Pernah Lupa? Ini Jawabannya : Okezone techno

Posted on

JAKARTA – Kebanyakan orang mungkin mengerti kapan Bumi terhadap sesuatu. Lupa adalah hal yang wajar bagi otak manusia, tapi bayangkan apa jadinya jika Anda tidak pernah melupakan ingatan yang terbentuk dari kumpulan kehidupan?

Seperti dilansir channel YouTube How Can You?, Selasa (1/11/2022), kemampuan seseorang untuk mengingat secara akurat disebut dengan hyperthymesia. Namun, kondisi seperti ini berdampak negatif.

Misalnya, seseorang mungkin mengalami kenangan masa lalu yang tidak layak untuk diingat, seperti B. Dibully semasa kecil, kenangan memalukan, kenangan kecewa, dan kenangan pahit lainnya yang bisa membuat kesal.

Hyperthymesia bukan satu-satunya jenis ingatan yang dimiliki orang secara akurat. Ada jenis memori lain, seperti memori eidetik, yaitu kemampuan untuk mengingat dengan jelas selama beberapa saat.

Kemudian ada juga yang mengklaim bahwa jenis memori pada tingkat tertinggi disebut dengan memori fotografis, di mana seseorang memiliki kemampuan untuk mengingat dengan jelas dalam jangka waktu yang lama, bisa berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun.

Sampai saat ini, para ilmuwan belum menemukan bukti yang tepat mengenai apakah jenis ingatan ini ada atau tidak.

Namun, diyakini bahwa ada orang yang memiliki kemampuan memori yang luar biasa.

Seniman arsitektur Inggris Stephen Wiltshire dikenal karena kemampuannya menggambar pemandangan dari ingatan setelah melihatnya sekali.

Wiltshire pernah dengan jelas menggambar kota London selama 20 menit dilihat dari helikopter.

Juga seorang sarjana Amerika, Kim Peek, yang juga memiliki daya ingat yang luar biasa, mengingat ribuan kata dalam buku-buku yang dibacanya. Berdasarkan penelitian, kedua karakter tersebut memiliki Savant Syndrome.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika penderitanya tampak memiliki beberapa kecerdasan dan keterbatasan mental tetapi memiliki bakat yang luar biasa.

Hal ini memicu kelainan pada otak yang menghasilkan kemampuan yang jauh melebihi batas normal.

Mungkin kita sering bertanya-tanya mengapa orang begitu mudah melupakan sesuatu. Ada beberapa jawaban atas pertanyaan tersebut, yaitu teori interferensi (ingatan yang mudah diingat), teori peluruhan (ingatan yang jarang diingat), dan teori represi (ingatan traumatis).

Meskipun sebuah memori sudah tersimpan di dalam otak manusia, memori tersebut bisa saja sengaja hilang jika Anda melupakan prosesnya atau mengaitkannya dengan peristiwa yang dialami.

Melupakan yang sebenarnya adalah bagian dari apa yang kita manusia anggap remeh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *