Berapa Frekuensi Bunyi yang Dapat Didengar Telinga Manusia?

Posted on

Manusia diciptakan oleh Tuhan untuk memiliki telinga untuk mendengar. Namun, tidak semua suara dapat didengar oleh manusia. Mengapa demikian?

Ternyata manusia hanya bisa mendengar suara pada frekuensi tertentu. Pada frekuensi lain, suara hanya dapat didengar oleh hewan tertentu. Apakah Anda ingin tahu berapa banyak frekuensi suara yang dapat didengar manusia? Lanjut membaca.

Mengapa manusia tidak dapat mendengar semua gelombang suara?

Menurut vedantu.com, orang mendengar dengan telinga mereka. Bentuk bagian luar telinga kita seperti corong yang membawa suara ke dalam dan ke bawah liang telinga hingga mencapai gendang telinga. Getaran suara menyebabkan gendang telinga bergetar. Getaran ini dikirim ke bagian dalam telinga dan sinyal masuk ke otak sehingga kita bisa mendengar.



Tetapi telinga kita tidak dapat menangkap gelombang suara pada frekuensi di luar kemampuan manusia, sehingga manusia tidak dapat mendengar semua jenis suara. Manusia hanya dapat mendengar gelombang suara audio. Begitu juga dengan hewan yang memiliki rentang frekuensi berbeda dengan manusia, memungkinkan mereka mendengar suara yang tidak bisa kita dengar.

Juga, terkadang kita tidak dapat mendengar gelombang suara karena terlalu jauh. Gelombang suara kehilangan energi saat bergerak, itulah sebabnya kita mendengar suara dari dekat.

Batas frekuensi suara yang dapat didengar manusia

Dalam sebuah penelitian yang diakses oleh digilib, Universitas Indonesia, disebutkan bahwa suara adalah kompresi mekanis, atau gelombang longitudinal, yang merambat melalui perantara, baik cair, padat, atau udara. Manusia hanya dapat mendengar gelombang suara ini dalam rentang frekuensi tertentu, yang mengarah pada reaksi indera pendengaran.

Salah satu yang menentukan kualitas suara adalah frekuensi atau jumlah getaran yang dihasilkan per detik. Manusia hanya mendengar suara pada rentang frekuensi antara 20 Hz – 20.000 Hz atau yang dikenal dengan audiosonic. Ketika manusia berbicara, biasanya memiliki rentang frekuensi 250 Hz – 4.000 Hz dan/atau frekuensi rata-rata 1.000 Hz.

Perbedaan antara Hz dan dB?

Dilansir dari situs Poltekkes Eprints tidak hanya mempengaruhi frekuensi tetapi juga intensitas gelombang suara, bagaimana telinga kita bisa bereaksi. Jika frekuensi adalah jumlah osilasi per detik, yang memiliki satuan Hertz atau Hz, maka intensitas suara adalah jumlah tekanan atau energi yang dipancarkan dari sumber suara dalam desibel, atau disingkat dB.

Satuan desibel terendah adalah 0 dB sedangkan yang tertinggi atau paling keras adalah 140 dB. Sebagai ilustrasi: Situasi yang sangat sunyi memiliki intensitas 0-20 dB, suasana rumah atau kantor yang tenang 20-40 dB, orang berbicara tentang 40-60 dB, suasana jalan umum 60-80 dB, kemacetan lalu lintas atau peluit polisi 80-100dB sementara lebih dari 100dB dapat berupa flash atau meriam. Intensitas di atas 100 dB dapat memekakkan telinga.

Jenis suara yang tidak bisa didengar manusia

Telah dijelaskan bahwa manusia hanya dapat mendengar suara dengan frekuensi 20 – 20.000 Hz atau yang disebut audiosonic. Selain itu, manusia tidak dapat mendengarnya. Ada dua jenis suara yang tidak dapat didengar manusia, yaitu infrasonik dan ultrasound.

1. Infrasonik

Seperti dilansir Encyclopedia Britannica, infrasonik adalah gelombang suara dengan getaran yang frekuensinya lebih rendah dari gelombang yang dapat ditangkap telinga manusia, yaitu di bawah 20 Hz. Gelombang ini dapat menempuh jarak yang sangat jauh, bahkan melalui rintangan, tanpa mengurangi frekuensinya.

Kebisingan infrasonik seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, petir, meteorit dan gelombang yang dihasilkan oleh getaran mesin yang sangat kuat. Suara ini dapat didengar oleh hewan termasuk gajah, merpati, badak, owa dan jangkrik. Karena itu, hewan ini dapat segera mengenali bahaya yang akan datang.

Gelombang infrasonik juga digunakan oleh manusia untuk membuat seismometer atau pendeteksi gempa. Penangkap gelombang infrasonik ini digunakan untuk memprediksi gempa bumi.

2. USG

Ultrasonik memiliki frekuensi di atas gelombang yang dapat didengar manusia, lebih dari 20.000 Hz. Menurut laporan dari subtopik Suara dan Suara Kelas 6 Modul (2020) di situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, suara ini dapat didengar oleh beberapa hewan seperti kelelawar dan burung walet.

Hewan-hewan ini memiliki kemampuan biosonar, memungkinkan mereka untuk mengetahui kondisi sekitarnya. Untuk melakukan ini, sinyal ultrasonik dipancarkan, yang kemudian dipantulkan oleh benda-benda di sekitarnya dan diterima lagi di dalam tubuh.

Oleh karena itu, kelelawar dan burung walet dapat bergerak bebas dan mencari mangsa bahkan dalam situasi yang sangat gelap. Manusia masih dapat mendengar nada ultrasonik yang frekuensinya masih berada pada ambang audiosonik, misalnya suara bel yang sangat dekat dengan telinga. Namun tentunya suara ini dapat merusak alat bantu dengar.

Dalam kedokteran, gelombang ultrasound digunakan untuk radiologi. Menurut radiologyinfo.org, gelombang ini digunakan untuk membuat gambar bagian dalam tubuh, misalnya untuk memeriksa rahim ibu hamil, mendiagnosis penyakit, dan infeksi organ dalam.

Demikian tadi penjelasan mengenai bunyi atau bunyi yang dapat atau tidak dapat didengar oleh manusia. Semoga bermanfaat bagi para detektif.

Tonton video”Sensasi makan rasa Pisaan Euy, Dapur Kraton Cimahi
[Gambas:Video 20detik]
(bai/fds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *