Berita Kota Tangerang

Posted on

Dalam rangka mencegah peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD), pemerintah pusat melalui Tim Verifikasi Monitoring dan Evaluasi (MONEV) gerakan Jumantik 1 Rumah 1 (G1R1J) yang terdiri dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengunjungi Desa Kunciran Indah pada Kamis (22/3) untuk melihat program G1R1J yang sudah berlari.

“Intinya kita menjalankan MONEV ini untuk melihat apakah program G1R1J sudah berjalan lama, apakah masih efektif, apakah perlu ditingkatkan lagi, jika sudah berjalan akan kita evaluasi hasilnya. Untuk Kota Tangerang, kalau kita beri skala 1 sampai 100 persen sudah cukup, 85 persen. Hanya perlu ditingkatkan secara teknis dan kemarin pandemi terhenti, mungkin bisa diaktifkan kembali,” kata tim pekerja penyakit Tularvector Kemenkes, dr Agus Handito.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Harmayani mengatakan, seluruh wilayah di Kota Tangerang sudah mendapatkan sosialisasi, edukasi terkait G1R1J dan juga Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Kami sudah sosialisasikan ke seluruh wilayah di Kota Tangerang dalam hal G1R1J dan PSN. Namun, kami memilih desa Kunciran Indah karena daerah ini tidak berkabut selama dua tahun. Artinya warga sudah paham bagaimana menyikapinya dan dengan PSN,” ujarnya.

Harmayani melanjutkan, jika tidak ingin mencapai kasus DBD di Kota Tangerang, semua daerah harus melakukan G1R1J secara masif dan berkelanjutan tanpa hanya mengandalkan kader daerah saja.

“Jadi kalau mau tidak ada kasus DBD, artinya G1R1J ini perlu dilakukan secara masif dan berkesinambungan di seluruh wilayah Kota Tangerang. Saat warga paham cara cek jentik sendiri, cek saja, jangan mengandalkan kader,” lanjutnya.

Lurah Kunciran Indah Yudi Hendra Permana berharap dengan adanya program G1R1J, masyarakat dapat mencegah kasus DBD khususnya di wilayah kelurahan Kunciran Indah dengan menjadi kader Jumantik di rumah.

“Semoga ini bisa menjadi langkah awal bagi masyarakat dalam pencegahan DBD ke depan. Saat ini, pola pikir masyarakat tentang pengendalian DBD masih kabur. Untuk itu, kita bisa membangun rumah dengan program G1R1J, menjadi pasukan Jumantik. Kita bisa menekan pertumbuhan kasus DBD,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *