Impor beras di akhir tahun: Perencanaan pemerintah dinilai ‘kacau’, penyerapan di dalam negeri rendah

beras impor

sumber gambar, ANTARA FOTO

keterangan,

Pasar Induk Beras Cipinang membutuhkan 40-45.000 ton beras per hari.

Keputusan pemerintah Indonesia mengimpor 200.000 ton beras untuk menutupi stok beras dinilai tepat oleh pelaku pasar karena dapat mengganggu kenaikan harga. Namun, para pemangku kepentingan agribisnis berpendapat bahwa impor menggambarkan perencanaan pemerintah yang “semrawut”, karena daya serap domestik sebenarnya rendah. Bulog menolak tudingan itu.

Ketua Koperasi Pasar Beras Utama Cipinang, Zulkifli Rasyid, menyambut baik keputusan pemerintah mengimpor 200.000 ton beras bulan ini untuk menutupi cadangan beras di Bulog.

Pasalnya, saat ini stok beras di pasar induk sudah habis dan harganya naik dari harga normal sekitar Rp8.500 per liter untuk beras medium menjadi Rp10.500.

“Stok di pasar utama sangat rendah. Pemerintah mengambil keputusan yang paling tepat untuk mengimpor karena beras dari daerah berhenti mengalir ke pasar induk. Posisi orang rata-rata tanam, nanti bulan Maret sudah panen. Kalau tidak impor, Desember ini kita buru-buru, apalagi Januari-Februari,” kata Zulkifli kepada BBC News Indonesia.