Kronologi Bos Toko Kelontong Bekasi Dibunuh Mantan Pegawai

Posted on

jakarta

Pemilik toko kelontong berinisial SS (63) di Jalan Raya Mustikasari, RT/RW 004/018 Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi ditemukan tewas dengan tangan dan kaki terikat. SS dibunuh oleh mantan karyawannya DS (30).

Kapolre Metro Bekasi Kota Kombes Hengki mengungkap momen sadis pembunuhan yang dilakukan DS. Menurut Hengki, para pelaku memulai aksinya dengan memasuki gedung komersial tersebut melalui pintu belakang.

“Biasanya dari jam 3 pagi sampai jam 4 pagi sampai jam 5 pagi, korban menyiapkan pesanan sembako untuk konsumen, yang dikirim korban pagi hari,” kata Hengki saat jumpa pers di Polres Metro Bekasi, Rabu (16/11/2022). .

“Dengan santainya, tersangka masuk ke toko atau toko kelontong korban melalui pintu belakang yang tertutup tapi tidak dikunci,” imbuhnya.

Ternyata perbuatan DS dicurigai oleh SS. Seketika itu juga dia langsung bersembunyi di balik tembok. Saat korban lengah, DS memukul kepala korban dengan botol air mineral 1,5 liter hingga pingsan.

“Dalam keadaan tidak sadarkan diri, korban diikat dengan tali rafia. Setelah diikat, korban diseret ke dalam kamar dan dibaringkan di atas tempat tidur,” kata Hengki.

Mengetahui korban masih hidup, DS kemudian memukul SS dengan balok kayu. DS mendapatkan kayu dari supermarket.

“Tersangka keluar dari kamar dan mengambil transkrip sebagai barang bukti. Ternyata korban tampak sadar. Akhirnya tersangka kembali memukul korban dengan sebatang kayu. Untuk memastikan korban meninggal, tersangka keluar dan membuang kayu tersebut,” jelasnya.

Setelah membunuh mantan bosnya, DS merampok barang dagangan di toko kelontong. Polisi mengungkapkan DS menyita rokok berbagai merek.

“Tersangka mengambil rokok berbagai merek dan membawanya dalam tas goni. Ada puluhan slop,” kata Hengki.

“Super Needle Merk 19 Slop, Gudang Garam Filter 10 Slop, LA 2 Slop, Gudang Garam Surya 3 Slop,” imbuhnya.

DS sendiri ditangkap polisi sehari setelah kejadian. Dia ditangkap di rumahnya di Taringgul, Tarikolot, Citereup, Bogor.

(Eva/Eva)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *