Menkominfo Ajak Ciptakan Demokrasi Bertanggung Jawab di Ruang Digital : Okezone techno

Posted on

jakarta– Sekretaris Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak masyarakat untuk terlibat dalam menjaga ruang digital bebas dari menjamurnya informasi tidak bertanggung jawab yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika mengingat tahun 2024 Indonesia memasuki tahun politik atau pemilihan umum serentak.

Menkominfo mengakui bahwa pemilu, seperti pemilu sebelumnya, membuka celah polarisasi di masyarakat. Pada saat yang sama, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika harus memastikan bahwa percepatan transformasi digital dilakukan dengan sungguh-sungguh, sungguh-sungguh dan untuk kepentingan masyarakat.

Faktanya, insentif pajak sangat besar sehingga digunakan untuk memastikan penyebaran telekomunikasi dan infrastruktur digital yang luas dan merata di seluruh wilayah.

“Itu datang dengan banyak tanggung jawab. Yang penting di sini adalah kesadaran kita untuk menggunakan dan menggunakan ruang digital,” kata Johnny beberapa waktu lalu di Jakarta.

Oleh karena itu, Johnhny menghimbau semua pihak, mulai dari masyarakat umum, pers hingga pimpinan partai politik, untuk menggunakan ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab. Hal ini dimaksudkan untuk semakin meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia, terutama dalam menghadapi pemilu serentak 2024 mendatang.

“Sekarang saatnya kita menggunakan ruang digital untuk secara bertanggung jawab meningkatkan demokrasi Indonesia, kualitas ekspresi dan kualitas pemilihan parlemen atau partai demokrasi kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjamin kebebasan berekspresi, kebebasan pers dan kebebasan berserikat di ruang publik, termasuk ruang digital, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Namun saya tekankan kembali bahwa kebebasan adalah kebebasan yang bertanggung jawab dan membawa manfaat bagi masyarakat. Bukan malah memecah belah,” katanya.

Dengan pengguna internet Indonesia yang besar mencapai lebih dari 202 juta orang, penyebaran infrastruktur telekomunikasi dan digitalisasi yang meluas, ekspresi kebebasan di ruang digital harus tetap dipertahankan. “Kita telah mengalami bahwa pada pemilu-pemilu sebelumnya, baik Pilpres 2019 maupun Pilkada, banyak terjadi polarisasi, perpecahan di masyarakat menggunakan ruang digital. Tentu kami tidak ingin hal itu terjadi lagi,” katanya.

Meski pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika terus memastikan penggunaan ruang digital secara sehat, menurut Menkominfo, kesadaran pribadi adalah hal yang paling penting. Kebebasan dan kecerdasan untuk menggunakan ruang digital bukanlah doktrin, tetapi sifat kesadaran setiap individu.

“Para pemimpin, termasuk di parpol, harus waspada terhadap polarisasi. Masyarakat juga harus mewaspadai agar tidak menyebarkan informasi bohong, bohong, dan berpotensi memecah belah bangsa,” kata Menkominfo.

Ia juga mengakui potensi polarisasi masih sangat tinggi. Sebab, pemilihan presiden secara langsung dilakukan bersamaan dengan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang membentuk MPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten atau kota sebagai kepala daerah. “Kami tentu tidak ingin ruang digital diisi dengan konten negatif dan problematik bernuansa post-thruth karena kami tidak ingin masyarakat kita terpecah belah,” kata Johnny.

Oleh karena itu, Menkominfo mengimbau seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu menjaga kondisi politik nasional agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi bangsa yang sedang dalam kondisi baik saat banyak negara mengalami resesi.

Menurut Menkominfo, situasi dunia sedang tidak baik-baik saja. Covid-19 masih membayangi, meski sudah jauh berkembang. Kemudian perang masih berkecamuk di beberapa negara, yang umumnya mematikan perekonomian. Di Argentina, misalnya, kondisi ini telah membawa inflasi hingga hampir 100 persen.

“Namun, inflasi di Indonesia masih di bawah 6 persen. Begitu terkendali dan ramah. Di saat pertumbuhan ekonomi global melambat, Indonesia masih tumbuh 5%. Sangat bagus. Kita harus melindungi itu bersama-sama, bahkan jika kita harus melindungi kohesi nasional kita sebagai bangsa pada saat yang sama. Ini harus dijaga dengan baik,” kata Menkominfo.

Pada kesempatan tersebut, Menkominfo mengingatkan masyarakat bahwa ada sejumlah regulasi yang mengatur ruang digital. Peraturan yang melarang pengunggahan konten yang melanggar hukum dan mengganggu serta dapat mengganggu ketertiban umum.

“Maka bersama-sama, mari kita jaga ruang publik menjadi ruang yang bebas namun bertanggung jawab dan memberikan banyak manfaat positif bagi masyarakat dan bangsa secara keseluruhan,” ujarnya.

(Luas)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *