Siaran TV Analog Disuntik Mati, Warga Bekasi Ini Terpaksa Beli STB meski harganya Mahal : Okezone techno

Posted on

PUKULAN Dengan politik injeksi mematikan dari siaran televisi analog, orang kehilangan kemampuan untuk menikmati acara favorit mereka. Terkait hal ini, beberapa orang akhirnya terpaksa membeli dekoder (STB), alat konversi siaran TV digital agar bisa ditonton di TV analog.

Rianto, 32, misalnya. Ia mengaku baru membeli STB hari ini. “Karena ASO, saya dan keluarga tidak bisa lagi menonton acara TV sama sekali. TV di rumah tidak lagi berfungsi. Jadi harus beli alat STB,” ujarnya saat ditemui di toko elektronik Jalan Ir H Djuanda, Kota Bekasi, Jumat (4/11).

pembeli STB

Bagi Rianto, harga STB cukup mahal. Ia berharap harga STB sebanding dengan harapannya menikmati siaran TV berkualitas seperti dulu.

“Semoga sepadan dengan uang yang saya keluarkan untuk membeli STB. Mudah-mudahan ada banyak saluran,” katanya.

BACA JUGA: TV analog disemprot sampai mati, pengecer berjuang untuk mendapatkan aksesori untuk set-top box

Djunaedi, 41, penjaga toko di Jalan Ir H Djuanda Bekasi, mengaku cukup banyak orang yang membeli STB dari tokonya dalam dua hari terakhir.

“Ya lumayan bagus hari ini, terjual 30 unit. Padahal TV-nya mati. Suka tidak suka, mereka membeli STB,” ujarnya. Dia bilang dia punya stok 50 STB lagi.

Di tokonya, Djunaedi menjual dua jenis STB, merek Matrix dan Evinix. Keduanya orang Cina. Harganya berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 350.000 tergantung jenisnya.

“Kami letakkan di sini agar pembeli bisa menggunakannya di rumah,” katanya.

Sementara itu, Nadia, 42 tahun, warga Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, mengeluh tidak bisa menonton sinetron favoritnya di saluran TV meski sudah memasang STB di TV analognya.

“Saya punya 49 channel (saluran). Tapi itu hilang sekitar enam saluran termasuk saluran TV favorit saya. Saya menonton sinetron di TV setiap malam,” kata Nadia.

Ia mengaku kecewa karena menghabiskan ratusan ribu untuk membeli STB namun tetap tidak bisa mengakses acara TV yang diinginkannya. Bahkan beberapa saluran memiliki kualitas gambar yang buruk.

“Kalau hujan, acaranya goyang-goyang, berderak-derak,” sesalnya.

Zainal, 39, juga mengalami hal yang sama. Padahal ia sudah memasang STB selama sebulan. “Gambarnya kurang bagus, apalagi di siang hari. Kalau malam relatif bagus,” ujarnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *