Usia Muda Kena Diabetes Berawal dari Hobi Makan dan Minum yang Manis

Posted on

JawaPos.com – Diabetes disebabkan oleh gaya hidup, salah satunya karena konsumsi makanan dan minuman manis. GenZ dan milenial saat ini suka makan makanan dan minuman viral dengan rasa gula yang tinggi. Tak heran, anak muda zaman sekarang sudah mengidap diabetes.

Untuk menyambut Hari Diabetes Sedunia, International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan bahwa 1 dari 11 orang dewasa di Indonesia yang berusia 20-79 tahun adalah pengidap diabetes dan ini diproyeksikan akan terus meningkat. Masyarakat Indonesia dihimbau untuk lebih peduli terhadap bahaya diabetes melalui kegiatan sosialisasi pentingnya pengendalian gula darah secara rutin agar dapat melanjutkan aktivitas dengan lancar.

“Setiap tahun kita mengetahui bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia dan dunia masih terus meningkat karena berbagai faktor, terutama gaya hidup. Kami berharap masyarakat dapat mengontrol gula darahnya sehingga kualitas hidupnya dapat meningkat dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik,” jelas KALBE Nutritionals, Direktur Nutrisi Berkebutuhan Khusus dan Pola Hidup Sehat Diabetesol, Tunghadi Indra, secara virtual, Kamis (10/11). ). ).

Prof.DR.DR.Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD, FINASIM, Ketua Umum Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), mengatakan diabetes merupakan pembunuh nomor 3 di Indonesia. Dan penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

“Kita sadar diabetes tidak ada obatnya dan bisa menimbulkan komplikasi (stroke, gagal jantung, gagal ginjal),” jelasnya.

Efek minuman dan makanan manis

Menurut Prof. Ketut Suastika, meningkatnya kasus diabetes di Indonesia terutama karena generasi sekarang lebih mudah mengakses makanan dan minuman manis yang tidak sehat. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus waspada dan menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat.

“Kebiasaan makan sehat dengan mengurangi makanan dan minuman manis kemudian rutin memantau gula darah, diet diabetes sesuai kebutuhan, olahraga 30 menit setiap hari, penderita diabetes harus selalu senang untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” kata Prof. Ketut.

Prevalensi pasien diabetes

Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa tiga daerah dengan prevalensi diabetes mellitus tertinggi adalah DKI Jakarta (3,4 persen), Kalimantan Timur (3,1 persen), dan Yogyakarta (3,1 persen). Selain itu, angka prevalensi pada perempuan meningkat dari 1,70 persen menjadi 1,78 persen pada 2018. Selain itu, data menunjukkan bahwa angka prevalensi di perdesaan meningkat dari 1 persen menjadi 1,01 persen pada 2018.

Penerbit: Kuswandi

Reporter: Marieska Harya Virdhani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *